MAN
OF GOD: TEKNOLOGI ILAHI
Manusia
pertama yang diciptakan Allah untuk mengisi bumi adalah Adam, kemudian Hawa. Kedua
manusia ini adalah mahluk hidup sebagai manusia yang memiliki citra Ilahi. Adam
diciptakan serupa dan segambar dengan Allah.
Ada
lima keistimewaan dari proses penciptaan manusia:
1.
Manusia diciptakan serupa dan segalambar dengan ALLAH (Ibrani= Tselem dan
Demuth).
2.
Manusia diciptakan dari debu tanah, langsung dengan kedua tangan ALLAH.
3.
Manusia diberi akal budi (Ibrani = hokmah, Yunani = Sophia).
4.
Manusia diberi mandat untuk menguasai dan mengelola bumi.
5.
Manusia diberi mandat untuk meneruskan keturunan ilahi.
Dalam
proses penciptaan selama 6 hari, Allah menjadikan semua ada untuk melengkapi
dan memenuhi kebutuhan manusia sebagai kelangsungan hidup. Ada rantai makanan
untuk sesama mahluk hidup lainnya dan juga untuk manusia. Allah memberi mandat
(perintah) selain manusia untuk beranak cucu, juga untuk mengelola dan
menguasai bumi. Artinya bumi yang diciptakan harus diupayakan kesejahteraannya
untuk dirawat dijagai dan dikelola dengan benar agar kelangsungan hidup Bersama
terpelihara dan tidak habis untuk dieksploitasi tetapi dieksplorasi dan
diberdayakan.
Manusialah
yang diberi mandat tersebut dan bukan kepada mahluk hidup lainnya, karena
manusia adalah gambar dan rupa Allah sehingga ia bukan saja manusia daging
semata tetapi juga mahluk kekal yang kelak akan Bersama-sama dengan
pencipta-Nya kemudian di bumi yang kekal, Firdaus abadi (samayim), rumah Bapa
yang kekal di Kerajaan-Nya.
Seiring
waktu dengan perkembangan jaman yang dilalui dengan awal mula dosa diperbuat
manusia pertama, maka teknologi yang berkembang seiring dengan kemapuan
kecerdasan manusia semata-mata hanya daya guna yang terbatas karena hasil pola piker
yang sudah terkontaminasi oleh dosa dan pemberontakan manusia.
Istilah
serupa dan segambar dengan Allah adalah bagian Istimewa karena manusialah
satu-satunya mahluk hidup yang memiliki citra pribadi Allah sebagai pencipta. Namun
kehendak bebas telah membuat manusia melakukan Tindakan gegabag karena
dipengaruhi oleh keadaan tidak memberikan diri untuk dituntun oleh kebenaran Ilahi
yang ada didalam dirinya melainkan melampui cara berpikir daging semata.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.