Era milenial diawali dengan
membanjirnya teknologi gadged dan membuming disemua lapisan masyarakat tanpa
memandang strata kehidupan dan akademis. Faktualnya ialah bahwa semua orang
menggunakan gawai atau gadged sebagai sarana dan media komunikasi bahkan juga
digunakan sebagai bagian dari gaya hidup (prestige of style).
Pengertian gawai yang sering
digunakan sebagai sebutan lain dari gadged (bahasa Inggris), adalah suatu
peranti atau instrument yang memiliki tujuan dan fungsi praktis yang secara
spesifik dirancang lebih canggih dibandingkan dengan teknologi yang diciptakan
sebelumnya. Perbedaan gawai dengan teknologi yang lainnya adalah unsur kebaruan
yang berukuran lebih kecil. Sebagai contoh: komputer mengalami pembaruan berbentuk
gawainya seperti laptop (notebook/netbook), telepon rumah yang mengalami
pembaruan berbentuk dengan telepon seluler (Inggris: handphone), jam tangan
analog hingga menjadi jam tangan digital dan termasuk dalam bilangan
smartphone, dan sebagainya.
Semua berawal dari yang namanya
disebut dengan kemajuan teknologi era digital, maka tak elak manusia dituntut
memenuhi kebutuhannya dan harus terpenuhi karena akan dapat menunjang kinerja
secara maksimal dan signifikan. Namanya teknologi, saya memberi penjelasan
bahwa teknologi adalah memepermudah pekerjaan manusia. Mengapa? Karena dengan
teknologi manusia diperbantukan/dipermudah untuk memenuhi tuntutan dari bagian
keperluan/kebutuhan yang harus dikerjakan atau dipenuhi. Sebagai contoh: dahulu
kita harus berkirim surat via pos atau telegram, wesel dan transfer antar bank
untuk menjangkau dan pemenuhan tersebut. Namun kini itu semua hanya dengan satu
genggaman. Bisa komunikasi jarak jauh dibelahan dunia manapun hingga pelosok.
Transfer uang dalam hitungan detik dan cepat. Mengirim teks berita tanpa harus
menggunakan kertas dan perangko.
Sebagai contoh telepon genggam
atau yang disebut sebagai ponsel (telepon seluler) yang adalah merupakan
perangkat portable yang dapat melakukan dan menerima panggilan. Pertama kali
diinisiasi oleh John F. Mitchell dan Martin Cooper dari Motorola pata 1973.
Saat itu ponsel berbobot 2kg yang kemudian pada 1979 oleh Nippon Telegraph and
Telephone (NTT) meluncurkan jaringan seluler pertama di Jepang dan
dikomersialkan. Dari awal hanya dapat melakukan dan menerima panggilan lalu
kemudian SMS (Short Message Service) atau pesan singkat lalu, MMS (Multimedia
Messaging Service) untuk mengirim
gambar, audio, rich text. Kini ponsel terus berkembang dengan
kekiniannya dan mendapat julukan smartphone. Sebutan smartphone karena fungsinya
bukan hanya terima dan keluar panggilan tapi sudah lengkap dalam satu
genggaman. Sekarang tidak perlu repot-repot bawa uang karena sudah ada aplikasi
oleh pihak provider ke tiga yang menyediakan layanan tersebut sehingga tidak
perlu repot bawa uang banyak. Komunikasi menjadi lancer karena sekarang sudah
bisa video call dengan lawan bicara tanpa batas jarak dan waktu. Bisnis juga
bisa dijalankan via smartphone ini bahkan di era globalisasi ini dunia sudah
ada dalam genggaman kita. Semua informasi bisa kita ketahui bersama dalam
sekejap.
Demikian pula dengan teknologi
transportasi, di mana dahulu belum ada kendaraan bermesin. Namun sekarang
kemajuan begitu pesat sehingga jarak bisa ditempuh dalam hitungan menit, jam
dan bukan berhari-hari antar lintas pulau dan wilayah. Keadaan seperti ini akan
terus berkembang seiring kemajuan teknologi dan perkembangan IPTEK, akan tetapi
perlu juga diwaspadai dan menjadi perhatian bersama bahwa seiring berkembangnya
teknologi dan IPTEK manusia akan cenderung terpaut pada kondisi tersebut dan
mengabaikan sesamanya. Terhadap sesama tidak lagi saling memperhatikan dan
mengayomi karena sekarang ditangan semua insani ada gawai (gadged) yang lebih
menarik perhatiannya dan memadai dalam memenuhi
semua kebutuhannya. Tata karma, sopan santun dan nilai-nilai agama mulai
diabaikan. Banyak orang akan mengabaikan hal tersebut dan tindak kriminalpun
bisa terjadi karena pengaruh kemajuan teknologi tersebut. Pelanggaran UU ITE
pun kian merebak karena hal tersebut, bisa karena memfitnah, membuka aib orang
di public (viral), mengupload foto tak pantas, dan sebagainya.
Bila ditarik dari sudut pandang iman
Kristen, kegandrungan akan penggunaan teknologi akan menjadi sangat
mempengaruhi pola tingkah laku individu. Hampir dikebanyakan semua orang secara
terus menerus bahkan menurut hasil riset ditemukan bahwa setiap 3-5 menit
setiap orang pasti akan melihat ponselnya. Ponsel menjadi sebuah smarthphone
yang dapat memenuhi kepentingan penggunanya, baik dalam hal komunikasi, media
informasi, hiburan (games, music, video) hingga sebagai media transaksi
pembayaran. Hal ini akan terus berkembang memenuhi permintaan pangsa pasar dan
tuntutan globalisasi yang kian menguat.
Dampak pengaruh globalisasi
semacam ini memiliki nilai plus dan minus. Kelebihan penggunaan teknologi ialah
mempermudah pekerjaan manusia dalam berbagai bidang namun di sisi lain
menyimpan bahaya terutama bagi generasi muda yang tanpa berpikir panjang sering
langsung saja menelan kemajuan teknologi dan informasi ini tanpa memilah.
Percepatan perkembangan pola piker akan menghasilkan suatu kebiasaan yang akan
membentuk suatu budaya yang sangat dipengaruhi oleh kemajuan teknologi dan
informasi tersebut. Generasi muda harus diselamatkan agar supaya nilai-nilai
budaya, norma-norma dan kaidah tidak ditepis (tersingkirkan) oleh hal tersebut
di atas.
Inovatif sebagai tenaga pendidik
dalam proses pembelajaran baik di sekolah maupun di gereja harus memiliki
komitmen dan konsistensi yang cukup tinggi dalam menghadapi era milenial ini.
Nara didik dan jemaat yang dilayani harus dengan sabra dan ulet diperhatikan,
dibimbing dan diarahkan kepada Kebenaran yang murni, yakni Firman Tuhan yang
berfokus pada Kristus. Tendensinya bahwa banyak orang lebih cenderung terpikat
dengan pengaruh gawai tersebut. Sehingga tenaga pendidik atau guru PAK harus
jeli dalam menggunakan fasilitas gawai sebagai media pembelajaran bukan hanya
di sekolah, bahkan di gerejapun seorang pendidik atau guru PAK harus mampu
menjembatani cerita penyampaian Firman Tuhan dengan melalui poer point (Ppt),
video, picture, dan sebagainya.
Generasi yang sekarang ini kita
kenal adalah generasi Alpha, yakni di atas 2010 sebagai kelanjutan generasi Z
(2001 - 2010) adalah sebuah generasi yang terbuka karena orang tua pada
tersebut dilengkapi dengan latar belakang dari generasi yang juga terlahir pada
masa-masa awal perkembangan teknologi. Pola piker mereka terbuka,
transpormatif, dan inovatif akan memberi dampak perkembangan anak-anak yang
hidup di generasi Alpha (Dr. Franky, Pendidikan Andal di Era Milenial: 2019).
Kebutuhan jaman akan membentuk generasi dengan segala perilaku/perangainya.
Perilaku tersebut akan terbentuk oleh paradigm atau cara pandang yang akan
bertumbuh bis amelalui kepribadian, keluarga dan lingkungan sekitar.
Pendidikan Agama Kristen punya peranan sangat penting melalui
guru-guru, para hamba Tuhan dan konselor baik kepada nara didik, dan warga
gerejanya. Tugas dan tanggung jawab ini tidaklah mudah dan ringan karena
kemajuan teknologi di era milenial akan sangat mampu menepis integritas
siapapun sehingga dalam berkeadaan seseorang yang dianggap beragamapun secara
teori (Theis Theory), ternyata tidak ber-Tuhan dalam prakteknya (atheis
practise). Keadaan moralitas semakin menurun, perspektif yang tidak sesuai
dengan nilai-nilai Kebenaran di dalam Kristus. Akibatnya tindakan asusila,
kriminalitas semakin meningkat. Pornografi dapat menjadi pornoaksi karena media
informasi yang mudah diakses semua kalangan tanpa memandang usia, bisa diakses disemua
tempat dalam situasi dan kondisi apapun. Tindak kriminalitas semakin meningkat
dikarenakan melalui media ini, semua orang dapat memudahkan segala cara untuk
meraup keuntungan ditambah lagi penyebaran berita hoax untuk kepentingan
segelintir orang dan oknum tertentu.
Sepatutnya
kita semua yang telah mengecap pendidikan tahu akan budi pekerti dan perihal
etika sehingga tahu membedakan mana yang baik dan tidak, mana yang dapat
merugikan orang lain, atau sebaliknya terhadap diri sendiri. MelaluiInjil yang
hidup dan murni pasti akan membuka paradigma setiap insani untuk berpikir
jernih dan dinamis. Dapat menelah dan bijak dalam menyikapi era milenial ini.
Sepatutnya kita semua dapat menjadi role model; teladan dan Corpus Delicti,
sehingga sesama dapat melihat dan mencontoh dari yang benar perihal bijak dalam
menggunakan gawai dan teknologi yang semakin membuming dan membahana.
Corpus Delicti
adalah suatu fakta yang membuktikan bahwa sebuah kesalahan telah
dilakukan. Yesus bisa menjadi manusia
yang taat sampai mati. Ini membuktikan
kepada Iblis bahwa ketidaktaatannya adalah sebuah kesalahan lewat ketaatan
Tuhan Yesus. Kalau menurut
etimologi, maka kata corpus delicti berasal dari bahasa Latin. Corpus artinya
tubuh atau badan, sedangkan delicti artinya pelanggaran. Secara sempit, corpus
delicti artinya bukti suatu kejahatan. Corpus delicti adalah fakta penting
dalam dunia hukum untuk menegakkan suatu keadilan, bahwa suatu tindakan
seseorang tidak bisa dikatakan salah dan orang tersebut dihukum sebelum
terbukti kesalahannya. Dengan demikian corpus delicti menunjuk fakta yang
membuktikan bahwa suatu kesalahan atau kejahatan telah dilakukan.
Selamat Menjadi Pelaku Kebenaran.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.