Hidup
ini adalah kesempatan. Demikian kalimat utama dalam sebuah lagu yang berjudul “Hidup
ini adalah Kesempatan” (cipt, Marsel Tumbelaka). Selama masih ada kesempatan
berarti harus berkarya, demikian maksud tujuan inti syair lagu tersebut.
Melayani Tuhan juga harus diejawantahkan dalam keseharian, dan terhadap sesama.
Kehidupan yang kita jalani ini adalah anugerah yang Tuhan berikan, jadi harus
bermanfaat dan memberi warna bagi sesama, alam dan bagi Dia, Sang Khalik. Warna
kehidupan ini walau terkadang tak serona indah yang dibayangkan insani, tapi
setidaknya itulah kehidupan.
Seringkali ketika ada masalah yang
hadir didalam kehidupan ini, seseorang berkata ini musibah, petaka, sial,
cobaan apa lagi, dan sebagainya. Padahal di dalam setiap persoalan hidup yang
mampir ke setiap insani, pasti mendatangkan kebaikan. Ada hal yang harus
dikoreksi sebagai evaluasi diri. Baik itu sesuatu yang mendatangkan kebaikan
bagi diri seseorang yang mengalaminya. Tidak ada masalah yang terjadi begitu
saja, pasti dipengaruhi oleh sebab dan akibat.
Tuhan tidak pernah memberikan
pencobaan sebagai masalah untuk manusia. Tuhan memberi ijin masalah boleh
terjadi kepada umat-Nya sebagai bentuk pembelajaran dan proses agar umat-Nya
itu dapat bertumbuh dewasa baik secara psikis, dan jiwanya. Masalah adalah
bagian bentuk proses mengasah karakter menjadi lebih baik, sempurna seperti
Kristus. Orang percaya hendak dikembalikan kepada rancangan Allah semula bisa
melalui banyak hal, bisa melalui semua peristiwa yang terjadi disekitarnya.
Kembali tergantung kepada individu orang percaya merespon secara positif atau
negatif. Tidak semua masalah datang atas seijin-Nya. Namun masalah bisa datang
bisa dikarenakan bukan saja seijin-Nya, namun juga karena sebab dan akibat
manusia itu sendiri.
Musibah bisa datang sebagai kelalaian
manusia (human error), atau faktor alam. Musibah tidak akan terjadi dengan
sendirinya atau dikarenakan Tuhan dengan sengaja atau manusia bisa menyebutnya
sebagai “iseng”. Hal ini jelas tidak mungkin terjadi. Tuhan punya tatanan dan
integritas (bnd. Yakobus 1:13). Segala sesuatu yang diperbuat dan dikerjakan
Tuhan adalah untuk kebaikan manusia dan hormat bagi kemuliaan nama-Nya. Sebab
upah dosa ialah maut (Roma 6:23), sekalipun dosa menjadikan jarak pemisah
antara Allah dengan manusia (bnd. Roma 3:10, 23), namun Dia tetap mengasihi
manusia dan memberi kesempatan untuk kembali kepada jalan-Nya.
Pencoban-pencobaan yang dialami oleh manusia sesungguhnya adalah pencobaan-pencobaan
biasa yang tidak melebihi kekuatannya (1 Kor. 10:13), justru melalui semua itu
bila seseorang bertahan, maksudnya bersedia dibentuk melalui setiap persoalan
hidupnya, di mana persoalan tersebet bukan karena akibat dampak apa yang
diperbuatnya, maka hal tersebut akan membuahkan sesuatu kepada siapa yang
mengalaminya. Perubahan karakter tidak dengan sendirinya terjadi, perlu proses
dan diasah melalui setiap peristiwa yang terjadi baik yang dialaminya maupun
kejadian-kejadian disekitarnya.
Setiao orang percaya harus tegar dan
kokoh berdiri atas semua kejadian-kejadian yang dialaminya. Persoalan hidup
adalah rona warna kehidupan yang harus diterima dengan lapang dada dengan rasa
syukur, sekalipun hal tersebut pahit untuk diterima dan mungkin bukan sebagai
dampak yang bersangkutan perbuat. Apapun itu, syukuri sebagai sesuatu yang
mendatangkan kebaikan. Kelas ia akan naik kelas dalam arti, ia akan tangguh
(tahan uji) dalam menghadapi dan mengarungi kehidupan ini (bnd. Yakobus 1:12; 1
Petrus 1:6). Tidak akan mungkin seorang murid naik kelas ke tingkat selanjutnya
tanpa ia harus giat belajar dan berprestasi. Dalam keseharian pembelajarannya,
ia berhadapan dengan gurunya yang mengajar, memberi tugas PR, dan ujian. Kelak
diakhir semester si murid akan menerima raport hasil belajar dan diakhir tahun
semester, bila ia berprestasi dengan nilai baik akan naik kelas dan lulus.
Demikian pun juga bagi orang percaya, anak-anak Allah Bapa, seharusnya
demikian. Tegar dan kokoh dalam menghadapi ujian hidup. Hadapi dengan rasa
syukur dan hidup di dalam kebenaran-Nya.Sebab setiap persoalan hidup pasti ada
masa kadaluarsanya. Bila kita belanja barang makanan apapun pasti tercantum cetak
pabrikan masa expired, di mana masa kadaluarasa makanan tersebut bisa digunakan/dikonsumsi
oleh konsumen. Demikianpun halnya setiap persoalan hidup, pasti ada masa akan
berakhir, bisa sebentar, atau memakan waktu yang lama.
Jadi yang namanya persoalan hidup, dalam
bentuk musibah, petaka, atau apapun namanya, itu semua mendatangkan kebaikan
bagi semua insan. Terlebih bagi mereka yang hidup di dalam kebenaran
firman-Nya, namun tetap harus menghadapi pencobaan, maka itu adalah nutrisi
jiwa dan kebaikan baginya untuk dibentuk semakin dewasa di dalam Kristus. Kebaikan
hal ini tidak semua orang sadari sekalipun ia orang percaya, namun sebagai anak
Allah, ia harus peka dan sadar. Tidak ada kebetulan atas sesuatu yang menimpa
orang percaya. Tuhan pasti punya rencana yang indah. Karena itu kita semua
harus menyadarinya dan peka akan segala kehendak Tuhan untuk dilakukan, bahkan
melalui persoalan hidup dan bahkan musibah yang dialami oleh Ayub, salah satu
tokol dalam PL, kita belajar dari cerita tersebut bahwa Ayub mendapat
kesempatan proses untuk pengujian imannya. Berkat atas hidup orang benar
senantiasa ada, namun sebagai anak Allah yang sudah mengalami perubahan
paradigma, tidak lagi fokus kepada berkat jasmani semata. Berkat bisa menjadi
kutuk. Sebaliknya, berkat yang harus dikejar ialah perkenanan-Nya. Bahkan setiap
persoalan hidup atau muasibah juga bisa jadi berkat terselubung dibalik itu
semua untuk membuat si penerima berkat menjadi dewasa dalam menyikapinya. Orang
percaya tidak boleh menaruh curiga kepada Tuhan atas semua yang terjadi dalam
hidupnya apabila ada persoalan hidup. Yakini bahwa itu semua mendatangkan
kebaikan, sampai kita masuk ke dunia yang akan datang, di langit baru dan bumi
yang baru. Di sana tidak air mata dan dukacita. Kehidupan yang kembali terulang
dijalani sebagai hidup yang sesungguhnya dibawah kendali pemerintahan-Nya yang
absolut. Amin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.