3 Pilar

3 Pilar

Rabu, 01 April 2020

MUSIBAH & BERKAT


Hidup ini adalah kesempatan. Demikian kalimat utama dalam sebuah lagu yang berjudul “Hidup ini adalah Kesempatan” (cipt, Marsel Tumbelaka). Selama masih ada kesempatan berarti harus berkarya, demikian maksud tujuan inti syair lagu tersebut. Melayani Tuhan juga harus diejawantahkan dalam keseharian, dan terhadap sesama. Kehidupan yang kita jalani ini adalah anugerah yang Tuhan berikan, jadi harus bermanfaat dan memberi warna bagi sesama, alam dan bagi Dia, Sang Khalik. Warna kehidupan ini walau terkadang tak serona indah yang dibayangkan insani, tapi setidaknya itulah kehidupan.

            Seringkali ketika ada masalah yang hadir didalam kehidupan ini, seseorang berkata ini musibah, petaka, sial, cobaan apa lagi, dan sebagainya. Padahal di dalam setiap persoalan hidup yang mampir ke setiap insani, pasti mendatangkan kebaikan. Ada hal yang harus dikoreksi sebagai evaluasi diri. Baik itu sesuatu yang mendatangkan kebaikan bagi diri seseorang yang mengalaminya. Tidak ada masalah yang terjadi begitu saja, pasti dipengaruhi oleh sebab dan akibat. 

            Tuhan tidak pernah memberikan pencobaan sebagai masalah untuk manusia. Tuhan memberi ijin masalah boleh terjadi kepada umat-Nya sebagai bentuk pembelajaran dan proses agar umat-Nya itu dapat bertumbuh dewasa baik secara psikis, dan jiwanya. Masalah adalah bagian bentuk proses mengasah karakter menjadi lebih baik, sempurna seperti Kristus. Orang percaya hendak dikembalikan kepada rancangan Allah semula bisa melalui banyak hal, bisa melalui semua peristiwa yang terjadi disekitarnya. Kembali tergantung kepada individu orang percaya merespon secara positif atau negatif. Tidak semua masalah datang atas seijin-Nya. Namun masalah bisa datang bisa dikarenakan bukan saja seijin-Nya, namun juga karena sebab dan akibat manusia itu sendiri.

            Musibah bisa datang sebagai kelalaian manusia (human error), atau faktor alam. Musibah tidak akan terjadi dengan sendirinya atau dikarenakan Tuhan dengan sengaja atau manusia bisa menyebutnya sebagai “iseng”. Hal ini jelas tidak mungkin terjadi. Tuhan punya tatanan dan integritas (bnd. Yakobus 1:13). Segala sesuatu yang diperbuat dan dikerjakan Tuhan adalah untuk kebaikan manusia dan hormat bagi kemuliaan nama-Nya. Sebab upah dosa ialah maut (Roma 6:23), sekalipun dosa menjadikan jarak pemisah antara Allah dengan manusia (bnd. Roma 3:10, 23), namun Dia tetap mengasihi manusia dan memberi kesempatan untuk kembali kepada jalan-Nya. Pencoban-pencobaan yang dialami oleh manusia sesungguhnya adalah pencobaan-pencobaan biasa yang tidak melebihi kekuatannya (1 Kor. 10:13), justru melalui semua itu bila seseorang bertahan, maksudnya bersedia dibentuk melalui setiap persoalan hidupnya, di mana persoalan tersebet bukan karena akibat dampak apa yang diperbuatnya, maka hal tersebut akan membuahkan sesuatu kepada siapa yang mengalaminya. Perubahan karakter tidak dengan sendirinya terjadi, perlu proses dan diasah melalui setiap peristiwa yang terjadi baik yang dialaminya maupun kejadian-kejadian disekitarnya.

            Setiao orang percaya harus tegar dan kokoh berdiri atas semua kejadian-kejadian yang dialaminya. Persoalan hidup adalah rona warna kehidupan yang harus diterima dengan lapang dada dengan rasa syukur, sekalipun hal tersebut pahit untuk diterima dan mungkin bukan sebagai dampak yang bersangkutan perbuat. Apapun itu, syukuri sebagai sesuatu yang mendatangkan kebaikan. Kelas ia akan naik kelas dalam arti, ia akan tangguh (tahan uji) dalam menghadapi dan mengarungi kehidupan ini (bnd. Yakobus 1:12; 1 Petrus 1:6). Tidak akan mungkin seorang murid naik kelas ke tingkat selanjutnya tanpa ia harus giat belajar dan berprestasi. Dalam keseharian pembelajarannya, ia berhadapan dengan gurunya yang mengajar, memberi tugas PR, dan ujian. Kelak diakhir semester si murid akan menerima raport hasil belajar dan diakhir tahun semester, bila ia berprestasi dengan nilai baik akan naik kelas dan lulus. Demikian pun juga bagi orang percaya, anak-anak Allah Bapa, seharusnya demikian. Tegar dan kokoh dalam menghadapi ujian hidup. Hadapi dengan rasa syukur dan hidup di dalam kebenaran-Nya.Sebab setiap persoalan hidup pasti ada masa kadaluarsanya. Bila kita belanja barang makanan apapun pasti tercantum cetak pabrikan masa expired, di mana masa kadaluarasa makanan tersebut bisa digunakan/dikonsumsi oleh konsumen. Demikianpun halnya setiap persoalan hidup, pasti ada masa akan berakhir, bisa sebentar, atau memakan waktu yang lama.

            Jadi yang namanya persoalan hidup, dalam bentuk musibah, petaka, atau apapun namanya, itu semua mendatangkan kebaikan bagi semua insan. Terlebih bagi mereka yang hidup di dalam kebenaran firman-Nya, namun tetap harus menghadapi pencobaan, maka itu adalah nutrisi jiwa dan kebaikan baginya untuk dibentuk semakin dewasa di dalam Kristus. Kebaikan hal ini tidak semua orang sadari sekalipun ia orang percaya, namun sebagai anak Allah, ia harus peka dan sadar. Tidak ada kebetulan atas sesuatu yang menimpa orang percaya. Tuhan pasti punya rencana yang indah. Karena itu kita semua harus menyadarinya dan peka akan segala kehendak Tuhan untuk dilakukan, bahkan melalui persoalan hidup dan bahkan musibah yang dialami oleh Ayub, salah satu tokol dalam PL, kita belajar dari cerita tersebut bahwa Ayub mendapat kesempatan proses untuk pengujian imannya. Berkat atas hidup orang benar senantiasa ada, namun sebagai anak Allah yang sudah mengalami perubahan paradigma, tidak lagi fokus kepada berkat jasmani semata. Berkat bisa menjadi kutuk. Sebaliknya, berkat yang harus dikejar ialah perkenanan-Nya. Bahkan setiap persoalan hidup atau muasibah juga bisa jadi berkat terselubung dibalik itu semua untuk membuat si penerima berkat menjadi dewasa dalam menyikapinya. Orang percaya tidak boleh menaruh curiga kepada Tuhan atas semua yang terjadi dalam hidupnya apabila ada persoalan hidup. Yakini bahwa itu semua mendatangkan kebaikan, sampai kita masuk ke dunia yang akan datang, di langit baru dan bumi yang baru. Di sana tidak air mata dan dukacita. Kehidupan yang kembali terulang dijalani sebagai hidup yang sesungguhnya dibawah kendali pemerintahan-Nya yang absolut. Amin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.