3 Pilar

3 Pilar

Rabu, 04 Maret 2020

EPIDEMI VIRUS DOSA


Epidemi yang belakangan ini lagi marak diperbincangkan dan ritel diberbagai media sosial, adalah Virus 2019 Novel Coronavirus (2019-nCoV) yang lebih dikenal dengan nama virus Corona adalah jenis baru dari coronavirus yang menular ke manusia. Virus Corona atau 2019 Novel Coronavirus adalah virus yang menyerang sistem pernapasan. Penyakit karena infeksi virus ini disebut COVID-19. Virus Corona bisa menyebabkan gangguan pada sistem pernapasan, pneumonia akut, sampai kematian. Jadi virus yang ada di muka bumi ini adalah virus yang tercipta karena faktor alam dan human error, tidak menjaga alam dengan bijaksana. Keadaan inilah yang membuat alam sudah tidak ramah lagi terhadap semua mahluk hidup, terutama manusia. Virus yang berkembang adalah hasil akumulasi dan perkembangan genetika keadaan disekitarnya (bahkan dibuat dan diciptakan oleh manusia dengan maksud jahat). Virus sudah ada sejak jaman purbakala, sebelum masehi.

Pertama kali Virus corona jenis baru mulai menjadi perhatian masyarakat dunia setelah pada 20 Januari 2020, otoritas kesehatan di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok, mengatakan tiga orang tewas di Wuhan setelah menderita pneumonia yang disebabkan virus tersebut. Dilansir dari Asian Nikkei Review, berita tersebut langsung meresahkan warga Tiongkok yang akan melakukan perjalanan pulang kampung untuk merayakan Tahun Baru Imlek pada 25 Januari 2020. Virus ini terasa semakin menakutkan bagi warga karena berkaitan dengan Sindrom Pernapasan Akut Berat (SARS) yang pernah menewaskan hampir 650 orang di Tiongkok dan Hong Kong pada 2002 dan 2003. Tak elak semua media menyoroti dan menjadi trending topik diritel dan beberapa akun ternama. Dari anak-anak hingga orang dewasa, tua muda, lai-laki dan permpuan, semua ramai membicarakan danmenjadi bahan diskusi yang tak pernah habis. Belum lagi sekarang marak karena epidemi ini, penggunaan masker hidung dan mulut serta pemakaian sanitizer (Hand Cleaner) yang jumlahnya meningkat dipasaran, baik harga yang melambung dan stock barang yang menipis dipasaran.

Luar biasa hebat epidemi virus Corona sampai membuat semua insani menjadi paranoid akan isue ini yang terus berkembang. Mengapa tidak? Karena kejadian dan peristiwa hampir semua negara mengalami serangan virus tersebut sehingga beberapa negara sudah mengeluarkan travel warning bagi warga negaranya dan negara tetangga. Sungguh ironis, tiket dijual semurah mungkin supaya maskapai penerbangan terus berjalan, hotel-hotel pariwisata terus gencar membuka diskon besar-besaran, namun sementara itu ada beberapa harga yang melambung tinggi diatas normal harga sewajarnya, yakni masker hidung dan mulut, serta sanitizer. Para seller (penjual) menimbun, dan membuka harga gila-gilaan karena memang stock barang terbatas disamping pedagang nakal dengan trik mau untung besar tanpa melihat keadaan sekitar. Ditambah lagi isue masuknya virus Corona ke Indonesia dengan fakta publik, dan informasi media yang beredar, kian carut marut kegelisahan masyarakat kian bertambah. Dengan adanya epidemi ini membuat masyarakat tidak berani keluar rumah, bila tidak ada keperluan penting, kecuali kegiatan pendidikan, bekerja, dan aktivitas rutin yang harus dipenuhi.  

Semoga kiranya keadaan ini akan berakhir segera dengan ditemukannya obat antivirus tersebut. Pejuang tenaga medis pasti saat ini sedang berjuang sepenuh waktu, daya dan karsa serta asa ditumpahkan untuk menemukan antivirus tersebut. Belum lama ini didapati informasi bahwa antivirus tersebut telah ditemukan dan akan di hak patenkan. Semoga saja hal ini terbukti menjadi titik terang agar supaya tidak menjadi mewabah dan epidemik yang berkepanjangan.
Seharusnya semua insani tidak perlu menjadi paranoid yang berlebihan terhadap segala isue yang merebak. Dengan kecerdasan yang sudah Tuhan berikan, sepatutnya kita mampu menelah dan mencerna setiap berita yang masuk. Sekalipun mungkin hal itu benar, namun jangan menjadi kekuatiran yang berlebihan. Sepatutnya tingkatkan imun tubuh dengan pola makan yang sehat, minum multivitamin, hindari keramaian tanpa keperluan yang jelas dan penting, hindari kontak tubuh, cukup dengan sapa dan salam namaste.    

Virus yang harus ditakuti, sebenarnya adalah virus dosa yang berdampak kebinasaan hingga dikekekalan. Dosa mendatangkan maut. Dosa merupakan ketidak-tepatan insani melakukan apa yang dikehendaki oleh  Sang Pencipta. Dalam hal ini insani harus memahami, mengerti dan mengalami apa yang dipikirkan dan dirasakan oleh penciptanya. Keberadaan pemberontakan manusia pertama, Adam dan Hawa, mengubah haluan hati nurani nya (nesyahmah), untuk terpikat dengan segala apa yang dipandang baik bagi dirinya sendiri, sehingga segala yang diperbuatnya membuahkan kejahatan semata-mata (Kej. 6:5). Manusia telah kehilangan kemuliaan Allah, tidak lagi hidup berpadanan sehingga kehendak bebas manusia lebih memilih untuk memenuhi hasrat dan keinginannya sesuai apa yang dipandangnya baik dan berkenan untuk memuaskan hati dan memenuhi kemapanannya. Hal inilah yang membuat manusia semakin jauh dari apa yang dikehendaki-nya, menjadi kawan sekerja-Nya.

Keadaan diri manusia yang kotor membuat ia tidak berkenan dihadapan Tuhan dan kebinasaan kekal menanti. Pengorbanan darak Kristus di kayu salib menjadikan dosa semua umat manusia di muka bumi dihapuskan. Namun tidak hanya sampai di situ, manusia bukan berarti selamat untuk keadaan seterusnya. Manusia harus mengerjakan keselamatan itu dengan takut dan gentar (Filipi 2:12), artinya manusia harus secara aktif mengambil bagian untuk mengerjakan keselamatan dengan hidup tidak sembarangan. Hidup dalam tatanan yang Allah Bapa kehendaki, yakni memiliki cara berpikir sesuai apa yang dkehendaki-Nya.

Kata cara berpikir ini dalam Filipi 2:5 disebutkan sebagai phroneo (φρονέω). Kalau Firman Tuhan menghendaki agar kita memiliki pikiran dan perasaan Kristus atau phroneo-Nya, itu berarti kita harus terus menerus mengisi nurani di neshamah (roh) kita dengan kebenaran Firman Tuhan, sehingga terbangun cara berpikir Allah. Ini sama dengan proses mengubah sinful nature (kodrat dosa) menjadi divine nature (kodrat Ilahi). Jadi, cara berpikir ini ada di wilayah hati nurani di dalam neshamah-nya. Perlu mendapat catatan di sini, bahwa kesadaran tubuh ada di dalam jiwa, tetapi kesadaran hati nurani ada di dalam neshamah-nya. Melalui mata dan telinga, manusia berinteraksi dengan lingkungannya untuk mengisi jiwanya. Kualitas jiwa membangun karakter. Hal ini yang mewarnai neshamah-nya. Tuhan merancang agar neshamah manusia terus didewasakan agar bisa sama dengan dengan pikiran dan perasaan Allah Bapa. Dengan demikian neshamah yang kualitasnya terdapat pada hati nurani dapat menjadi pelita Tuhan, artinya bahwa hati nurani dapat menjadi media di mana Roh Kudus memimpin, menuntun dan mengarahkan manusia untuk bisa bertindak dan berperilaku seperti Tuhan. (dikutip dari RH Daily Enlightment, Cara Berpikir, 09 June 2017).

Kenalilah virus dalam diri kita saat ini, yakni virus kebencian, sakit hati, iri, dengki, kesombongan, patah hati, kemalasan, perzinahan, cabul, ketidak-patuhan, ketidak-setiaan, dan lain sebagainya. Virusvirus tersebut awalnya tidak mematikan namun akan membuat manusia terpisah dari hadirat Allah, karena terang tidak bisa bersatu dengan gelap. Anak-anak Allah tidak bisa hidup dalam pengaruh virus dosa, karena kedagingannyalah yang akan lebih dominan daripada ia hidup dalam roh. Anak-anak Allah harus tidak terikat akan dunia ini, karena dunia bukan rumah yang ideal untuk ditempati selamanya. Kekekalan yang abadi hanya di langit yang baru dan bumi yang baru. Virus tidak bisa dimusnahkan walau bisa diatasi dengan penawarnya. Demikianpun dengan virus dosa tidak bisa dimusnahkan kecuali jika manusianya berani mati bagi dirinya; mati kedagingannya, mati hasratnya dan keinginannya memuaskan daging semata.
Tidak ada yang abadai di dunia ini selain hidup dalam jalan-nya Tuhan.
[JohanesKurniawan, S.Th., M.Pd.K]





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.