Epidemi yang belakangan ini lagi
marak diperbincangkan dan ritel diberbagai media sosial, adalah Virus 2019
Novel Coronavirus (2019-nCoV) yang lebih dikenal dengan nama virus Corona
adalah jenis baru dari coronavirus yang menular ke manusia. Virus Corona atau
2019 Novel Coronavirus adalah virus yang menyerang sistem pernapasan. Penyakit
karena infeksi virus ini disebut COVID-19. Virus Corona bisa menyebabkan
gangguan pada sistem pernapasan, pneumonia akut, sampai kematian. Jadi virus
yang ada di muka bumi ini adalah virus yang tercipta karena faktor alam dan
human error, tidak menjaga alam dengan bijaksana. Keadaan inilah yang membuat
alam sudah tidak ramah lagi terhadap semua mahluk hidup, terutama manusia.
Virus yang berkembang adalah hasil akumulasi dan perkembangan genetika keadaan
disekitarnya (bahkan dibuat dan diciptakan oleh manusia dengan maksud jahat).
Virus sudah ada sejak jaman purbakala, sebelum masehi.
Pertama kali Virus corona jenis
baru mulai menjadi perhatian masyarakat dunia setelah pada 20 Januari 2020,
otoritas kesehatan di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok, mengatakan tiga
orang tewas di Wuhan setelah menderita pneumonia yang disebabkan virus
tersebut. Dilansir dari Asian Nikkei Review, berita tersebut langsung
meresahkan warga Tiongkok yang akan melakukan perjalanan pulang kampung untuk
merayakan Tahun Baru Imlek pada 25 Januari 2020. Virus ini terasa semakin
menakutkan bagi warga karena berkaitan dengan Sindrom Pernapasan Akut Berat
(SARS) yang pernah menewaskan hampir 650 orang di Tiongkok dan Hong Kong pada
2002 dan 2003. Tak elak semua media menyoroti dan menjadi trending topik
diritel dan beberapa akun ternama. Dari anak-anak hingga orang dewasa, tua muda,
lai-laki dan permpuan, semua ramai membicarakan danmenjadi bahan diskusi yang
tak pernah habis. Belum lagi sekarang marak karena epidemi ini, penggunaan
masker hidung dan mulut serta pemakaian sanitizer (Hand Cleaner) yang jumlahnya
meningkat dipasaran, baik harga yang melambung dan stock barang yang menipis
dipasaran.
Luar biasa hebat epidemi virus
Corona sampai membuat semua insani menjadi paranoid akan isue ini yang terus
berkembang. Mengapa tidak? Karena kejadian dan peristiwa hampir semua negara
mengalami serangan virus tersebut sehingga beberapa negara sudah mengeluarkan
travel warning bagi warga negaranya dan negara tetangga. Sungguh ironis, tiket
dijual semurah mungkin supaya maskapai penerbangan terus berjalan, hotel-hotel
pariwisata terus gencar membuka diskon besar-besaran, namun sementara itu ada
beberapa harga yang melambung tinggi diatas normal harga sewajarnya, yakni
masker hidung dan mulut, serta sanitizer. Para seller (penjual) menimbun, dan
membuka harga gila-gilaan karena memang stock barang terbatas disamping pedagang
nakal dengan trik mau untung besar tanpa melihat keadaan sekitar. Ditambah lagi
isue masuknya virus Corona ke Indonesia dengan fakta publik, dan informasi
media yang beredar, kian carut marut kegelisahan masyarakat kian bertambah.
Dengan adanya epidemi ini membuat masyarakat tidak berani keluar rumah, bila
tidak ada keperluan penting, kecuali kegiatan pendidikan, bekerja, dan
aktivitas rutin yang harus dipenuhi.
Semoga kiranya keadaan ini akan
berakhir segera dengan ditemukannya obat antivirus tersebut. Pejuang tenaga
medis pasti saat ini sedang berjuang sepenuh waktu, daya dan karsa serta asa
ditumpahkan untuk menemukan antivirus tersebut. Belum lama ini didapati
informasi bahwa antivirus tersebut telah ditemukan dan akan di hak patenkan.
Semoga saja hal ini terbukti menjadi titik terang agar supaya tidak menjadi
mewabah dan epidemik yang berkepanjangan.
Seharusnya semua insani tidak
perlu menjadi paranoid yang berlebihan terhadap segala isue yang merebak.
Dengan kecerdasan yang sudah Tuhan berikan, sepatutnya kita mampu menelah dan
mencerna setiap berita yang masuk. Sekalipun mungkin hal itu benar, namun
jangan menjadi kekuatiran yang berlebihan. Sepatutnya tingkatkan imun tubuh
dengan pola makan yang sehat, minum multivitamin, hindari keramaian tanpa
keperluan yang jelas dan penting, hindari kontak tubuh, cukup dengan sapa dan
salam namaste.
Virus yang harus ditakuti,
sebenarnya adalah virus dosa yang berdampak kebinasaan hingga dikekekalan. Dosa
mendatangkan maut. Dosa merupakan ketidak-tepatan insani melakukan apa
yang dikehendaki oleh Sang Pencipta.
Dalam hal ini insani harus memahami, mengerti dan mengalami apa yang dipikirkan
dan dirasakan oleh penciptanya. Keberadaan pemberontakan manusia pertama, Adam
dan Hawa, mengubah haluan hati nurani nya (nesyahmah), untuk terpikat dengan
segala apa yang dipandang baik bagi dirinya sendiri, sehingga segala yang
diperbuatnya membuahkan kejahatan semata-mata (Kej. 6:5). Manusia telah
kehilangan kemuliaan Allah, tidak lagi hidup berpadanan sehingga kehendak bebas
manusia lebih memilih untuk memenuhi hasrat dan keinginannya sesuai apa yang
dipandangnya baik dan berkenan untuk memuaskan hati dan memenuhi kemapanannya.
Hal inilah yang membuat manusia semakin jauh dari apa yang dikehendaki-nya,
menjadi kawan sekerja-Nya.
Keadaan diri manusia yang kotor
membuat ia tidak berkenan dihadapan Tuhan dan kebinasaan kekal menanti. Pengorbanan
darak Kristus di kayu salib menjadikan dosa semua umat manusia di muka bumi
dihapuskan. Namun tidak hanya sampai di situ, manusia bukan berarti selamat
untuk keadaan seterusnya. Manusia harus mengerjakan keselamatan itu dengan
takut dan gentar (Filipi 2:12), artinya manusia harus secara aktif mengambil
bagian untuk mengerjakan keselamatan dengan hidup tidak sembarangan. Hidup
dalam tatanan yang Allah Bapa kehendaki, yakni memiliki cara berpikir sesuai
apa yang dkehendaki-Nya.
Kata cara berpikir ini dalam
Filipi 2:5 disebutkan sebagai phroneo
(φρονέω). Kalau Firman Tuhan menghendaki agar kita memiliki pikiran dan
perasaan Kristus atau phroneo-Nya, itu berarti kita harus terus menerus mengisi
nurani di neshamah (roh) kita dengan kebenaran Firman Tuhan, sehingga terbangun
cara berpikir Allah. Ini sama dengan proses mengubah sinful nature (kodrat
dosa) menjadi divine nature (kodrat
Ilahi). Jadi, cara berpikir ini ada di wilayah hati nurani di dalam
neshamah-nya. Perlu mendapat catatan di sini, bahwa kesadaran tubuh ada di
dalam jiwa, tetapi kesadaran hati nurani ada di dalam neshamah-nya. Melalui
mata dan telinga, manusia berinteraksi dengan lingkungannya untuk mengisi
jiwanya. Kualitas jiwa membangun karakter. Hal ini yang mewarnai neshamah-nya. Tuhan merancang agar
neshamah manusia terus didewasakan agar bisa sama dengan dengan pikiran dan
perasaan Allah Bapa. Dengan demikian neshamah yang kualitasnya terdapat pada
hati nurani dapat menjadi pelita Tuhan, artinya bahwa hati nurani dapat menjadi
media di mana Roh Kudus memimpin, menuntun dan mengarahkan manusia untuk bisa
bertindak dan berperilaku seperti Tuhan. (dikutip dari RH Daily Enlightment, Cara
Berpikir, 09 June 2017).
Kenalilah virus dalam diri kita
saat ini, yakni virus kebencian, sakit hati, iri, dengki, kesombongan, patah
hati, kemalasan, perzinahan, cabul, ketidak-patuhan, ketidak-setiaan, dan lain
sebagainya. Virusvirus tersebut awalnya tidak mematikan namun akan membuat
manusia terpisah dari hadirat Allah, karena terang tidak bisa bersatu dengan
gelap. Anak-anak Allah tidak bisa hidup dalam pengaruh virus dosa, karena
kedagingannyalah yang akan lebih dominan daripada ia hidup dalam roh. Anak-anak
Allah harus tidak terikat akan dunia ini, karena dunia bukan rumah yang ideal
untuk ditempati selamanya. Kekekalan yang abadi hanya di langit yang baru dan
bumi yang baru. Virus tidak bisa dimusnahkan walau bisa diatasi dengan
penawarnya. Demikianpun dengan virus dosa tidak bisa dimusnahkan kecuali jika manusianya
berani mati bagi dirinya; mati kedagingannya, mati hasratnya dan keinginannya
memuaskan daging semata.
Tidak ada yang abadai di dunia ini selain hidup dalam jalan-nya Tuhan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.