3 Pilar

3 Pilar

Sabtu, 19 Desember 2020

CAGAR BATINIAH

 

Salah satu keajaiban dunia di Indonesia yang sangat terkenal adalah candi Borobudur. Candi Borobudur dibangun pada 824 masehi oleh Raja Samaratungga ketika masa Wangsa Syailendra. Pembangunan Candi Borobudur selesai pada 847 masehi oleh Ratu Prabudawardhani, putri Samaratungga. Candi Borobudur dibangun untuk memuliakan agama Budha Mahayana. Candi Borobudur dengan luas 123 x 123 meter persegi. Di mana yang terdiri dari 504 patung Budha, 72 stupa terawang serta 1 stupa induk. Seluruh mancanegara dibelahan dunia manapun pasti ketika berkunjung ke Indonesia akan mampir ke sini, selain ke Bali. Batu-batu besar dan pada jamannya dengan pahatan yang sangat rapi dan sangat kental dengan nuansa religinya tersusun sedimikian rupa yang dijadikan sebagai bentuk keajaiban alam dan karya maha besar oleh UNESCO. Bila kita berkunjung ke sana akan ditemui banyak pahatan relief pada setiap dinding dan beberapa tempat yang menceritakan keagungan para pertapa, raja, budaya dan religi Budha. Keindahan candi Borobudur telah menjadi buah bibir oleh semua orang yang pernah ke tempat tersebut. Decak kagum akan maha karya ini seakan tidakdapat di nalar secara logis, karena begitu hebat dan luar biasanya, dibandingkan bila pada era milenial dan teknologi masa kini, sudah barang tentu dapat difasilitasi oleh peralatan yang canggih dan teknisi berpengalaman dibidangnya.

 Candi Borobudur selain ditetapkan oleh UNESCO melalui WHO sebagai Warisan Budaya Dunia (World Heritage), Indonesia juga menetapkan candi ini sebagai cagar budaya yang harus dilindungi karena sarat mengandung sejarah dan merupakan peninggalan nenek moyang pada masa kerajaan dijamannya. Pembangunan dan berdirinya bangunan candi ini memakan waktu yang tidak sebentar dan pasti membutuhkan tenaga kerja yang tidak sedikit mengingat bangunan candi ini terdiri dari material batu alam yang cukup besar dan kokoh. Pemerintah dalam hal sangat membanggakan hasil karya seni tersebut dan juga sebagai promo wisata bagi dunia. Perlindungan dan melestarikan bangunan candi ini tidak sedikit biaya yang dikeluarkan demi kelestraian, keasrian sesuai teksture dan estetis bangunan aslinya.  Ditetapkan sebagai cagar budaya, karena ini bisa dapat menunjukkan jati diri bangsa Indonesia, bahwa pernah ada kerajaan yang bercorak Budha dan disamping itu maha karya tersebut merupakan icon kebanggaan negara sebagai simbol ke-Bhinneka Tunggal Ika-an. Pengertian dari cagar budaya adalah sebagai warisan budaya yang bersifat kebendaan, baik berupa benda cagar budaya, bangunan cagar budaya, struktur cagar budaya, situs cagar budaya, dan kawasan cagar budaya di darat dan/atau di air yang perlu dilestarikan keberadaannya karena memiliki nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan/atau kebudayaan melalui proses penetapan.

 Istilah cagar itu sendiri ialah pelestarian dan perlindungan terhadap sesuatu baik benda dan sesuatu yang dapat dianggap perlu dilindungi. Dalam kehidupan kerohanian orang percaya, ada kebutuhan yang mendasar selain kebutuhan pokok manusia, primer, sekunder dan tersier. Yakni kebutuhan kerohanian yang menyangkut nafkah batiniah. Manusia diciptakan oleh Allah lengkap dengan roh, jiwa, dan tubuh (Kejadian 1:27; 1 Tesalonika 5:23). Setiap manusia memiliki dua sisi kehidupan yakni sisi lahiriah dan batiniah. Secara sederhana perbedaan keduanya adalah, sisi lahiriah adalah hal-hal yang kelihatan. Sedangkan sisi batiniah merupakan hal-hal yang tidak kelihatan. Kebutuhan roh senantiasa  menyangkut hal-hal kebutuhan batiniah. Jiwa kita merupakan pusat kepribadian kita yang daripadanya pikiran, kehendak, dan emosi kita berasal. Di dalam jiwa, kita memilih mendengar dan tunduk kepada nafsu kedagingan kita atau keinginan Roh Kudus (Galatia 5:16-17; Roma 8:9; Markus 14:38). Manusia batin kita juga perlu diberi makan, seperti yang tertulis dalam Matius 4:4 : “Tetapi Yesus menjawab: “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.”

 Batiniah kita harus senantiasa diperbaharui dari hari ke hari (2 Korintus 4 : 16 -17). Selain itu, manusia batin kita harus dilatih supaya menjadi gaya hidup dan mengalami kuasa Firman Tuhan yang hidup. 1 Tim 4:7-8 : “Tetapi jauhilah takhayul dan dongeng nenek-nenek tua. Latihlah dirimu beribadah. Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang.” Batiniah setiap individu sarat dan rentan terhadap pengaruh dunia yang terus senantiasa menggoda dengan segala kemolekannya dan filosofi yang senantiasa dapat diterima oleh nalar kebanyakan manusia pada umumnya sebagai suatu kewajaran sehingga condong dan cenderung kenikmatan dunia terus bergulir menjadi lahan yang asri di setiap batiniah manusia. Padahal batiniah manusia hanya dapat dipuaskan dan terpenuhi bila Tuhan bersemayam di sana. Ruang hati manusia sebenarnya tidak dapat di isi oleh apapun sekalipun seluruh isi dunia, karena pasti ada saja merasa ada yang kurang. Dan ruang itu hanya dapat di isi oleh kehadiran Pribadi-Nya. Kekacauan yang dibuat leh pengaruh dunia membuat manusia sering gelap mata dan khilaf terhadap kemolekan dan kecantikan yang dunia tawarkan sehingga manusia tergoda dan berzina rohani terhadap tawaran dunia. Cagar batiniah kita harus diteguhkan. Dijagai, dilestarikan dan dipelihara sedemikian rupa agar tidak terpincut oleh goda rayu kenikmatan yang dunia tawarkan melalui kesenangan mata memandang, memanjakan perasaan dan mengikuti keinginan daging. Keberadaan diri kita di dunia ini sebenarnya sangat rentan terhadap gejolak keadaan alam dan dunia semakin merosot keberadaannya menuju kehancuran kekal. Pandemik wabah virus dan gejolak ekonomi dunia secara global membuat manusia semakin terhimpit sementara itu ada yang berada di strata atas mampu membeli ini dan itu serta memuaskan diri dengan apa yang mampu dia belanjakan. Sebagai orang percaya yang telah mengenal kebenaran firman Tuhan, harus mampu memanahan diri dan tidak merasa cemburu dengan keadaan sekitar. Manusia semakin memuaskan keinginan hasrat dan kedagingannya dari pada memenuhi kebutuhan batiniahnya. Pada hal keingianan lahiriah senantiasa tidak akan pernah terpuaskan sampai ajal menjemput. Kebutuhan batiniah yang harus dilestarikan dan dilindungi agar supaya tidak punah termakan oleh gerusan hebat dari pengaruh jaman yang semakin edan dan tidak menentu. Agama dijadikan tuhan untuk memobilisasi banyak umat dan meraup keuntungan diri dan golongan. Padahal Tuhan tidak ada dalam agama dan Tuhan tidak ber-“agama” dalam pengertian bahwa agama hanyalah buatan dan karya manusia. Yang perlu kita lestarikan dan lindungi ialah bukan bangunan yang permanen (lahiriah manusia), seperti cagar budaya yang disebutkan sebagai contoh di atas, melainkan diri kitalah yang dalam hal ini pemenuhan batiniah yang tidak pernah usang dimakan oleh waktu.

 Keberadaan batiniah orang percaya kelak kan menjadi pusat perhatian ALLAH ketika mansuai itu menghadap Tahta-Nya, apakah dirinya telah menjadi man of God atau masih mengenakan kodrat dosa (sinful nature). ALLAH adalah arsitek jiwa bagi mereka yang mau dan memberi dirinya dibentuk oleh-Nya. Lukisan yang diperbuat-Nya akan menciptakan manusia ilahi yang layak dipandang diperkenan oleh-Nya. Orang percaya harus pro aktif dalam hal ini memberi diri dan mengerjakan keselamatan dengan takut dan gentar melalui pemenuhan batiniah yang tercukupi oleh kebenaran-kebenaran dari Injil yang murni dan dengan komitmen serta konsistensi tinggi bersedia dibentuk oleh arahan dan bimbingan Roh Kudus untuk memahami dan mengerti pikiran dan persaan-Nya untuk dilaksanakan seperti yang Tuhan inginkan. Tanpa tuntunan karya Roh Kudus tidak mungkin seseorang dapat bertumbuh dan mengalami pembaharuan batiniahnya. Namun juga harus ada pro aktif dari diri kita juga untuk memaksakan diri bahkan rela membunuh diri dari nafsu kedagingan.

 Gereja dalam hal ini harus senantiasa mengajarkan dan membimbing warga gerejanya untuk berani menyangkal diri dan pikul salib. Menjadi manusia baru dan mengenakan kodrat ilahi serta berani untuk hidup tidak bercacat dan tak bercela demi mencapai status corpus delicti dan sebagai anak Allah yang diperkenan-Nya. Keadaan ini adalah kebutuhan batiniah orang percaya, di mana individu tersebut harus berani memiliki kerinduan dan memberi diri dibentuk dalam proses tersebut. Keadaan manusia lahiriah akan merosot seiring waktu seperti kuota usia berbatas waktu, namun yang tinggal tetap ialah keadaan batiniah manusia yang Kembali kepada Sang Pencipta. Keadaan batiniah manusia yang murni akan membentuk jiwa yang dimurnikan dan dikembalikan kepada rancangan Allah semula.  

 Gereja harus benar-benar menyuarakan suara kebenaran dari Injil yang murni tepat seperti sesuai yang Tuhan Yesus Kristus ajarkan mula-mula pada saat IA datang ke dalam dunia membawa Kalam Hidup itu sebagai euangelion. Kristus akan datang yang kedua kalinya kelak, dan IA pasti menayakan apakah masih ditemukan iman di bumi? Iman bukan hanya percaya semata tetapi penurutan terhadap objek yang dipercayainya. Penurutan terhadap kehendak Allah merupakan cara kerja batiniah orang percaya yang membutuhkan proses panjang. Bagaimana seseorang belajar untuk mengenal pencipta-Nya dan bersekutu dengan-Nya melalui proses meditasi setiap hari, waktu dan saat dimanapun ia berada. Guru-guru sekolah Minggu juga harus piawai serta cakap dalam membimbing anak didiknya untuk menemukan Tuhan sehingga batiniah mereka mengalami pembaruan dan jamahan-Nya. Para pelayan Tuhan, baik gembala siding, guru-guru sekolah Minggu, para aktivis yang turun dalam pelayanan gerejawi harus benar-benar membenahi batiniah masing-masing untuk tercukupi asupannya. Harus mengalami Tuhan secara pribadi dan bertumbuh dewasa rohani sehingga mampu mengimpartasi orang-orang yang dilayaninya hingga menyentuh manusia batiniahnya. Lestarikan dan lindungi manusia batiniah kita dari pengaruh dunia yang semakin rusak. Temukan Tuhan secara pribadi dan ketertundukan diri kita terhadap segala titah dan kehendak-Nya. [JK]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.